Bahlil Siap Dievaluasi Prabowo Usai Dua Tahun Jabat Menteri ESDM
JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan siap dievaluasi oleh Presiden Prabowo Subianto setelah dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih. Ia menegaskan keputusan mengenai kelanjutan jabatan menteri sepenuhnya berada di tangan Presiden.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026). Ia mengatakan bahwa evaluasi terhadap menteri merupakan hak prerogatif Presiden karena menteri bertugas membantu kepala negara menjalankan pemerintahan.
Bahlil menegaskan dirinya menyerahkan sepenuhnya penilaian kinerja, termasuk keputusan untuk mengangkat atau memberhentikan anggota kabinet, kepada Prabowo. Menurutnya, kewenangan tersebut telah dijamin oleh konstitusi.
Pernyataan itu muncul menjelang genap dua tahun pemerintahan Prabowo pada Oktober 2026. Pada momentum tersebut, kinerja para menteri menjadi perhatian, termasuk pelaksanaan program pemerintah di sektor energi dan sumber daya mineral.
Bahlil saat ini mengemban dua jabatan sekaligus, yakni Menteri ESDM serta Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Ia dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi pada 1 Oktober 2026, tetapi tetap menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM.
Di sektor energi, Kementerian ESDM memiliki tanggung jawab strategis, mulai dari pengelolaan minyak dan gas bumi, pertambangan mineral dan batu bara, hingga pengembangan energi baru dan terbarukan. Kebijakan di sektor ini juga berkaitan dengan ketahanan energi nasional, investasi, dan upaya mendorong hilirisasi sumber daya alam.
Sebelumnya, Bahlil juga menegaskan bahwa pergantian atau reshuffle menteri merupakan kewenangan Presiden. Ia mengaku tidak mengetahui kabar yang menyebut Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, akan menggantikannya sebagai Menteri ESDM.
Kesiapan Bahlil untuk dievaluasi tidak serta-merta berarti dirinya akan diganti. Hingga pernyataan tersebut disampaikan, belum ada keputusan resmi yang menyatakan bahwa Prabowo akan memberhentikan Bahlil dari jabatan Menteri ESDM.
Dengan menyerahkan keputusan kepada Presiden, Bahlil menegaskan bahwa dirinya akan mengikuti kebijakan yang ditetapkan oleh kepala negara. Evaluasi kabinet selanjutnya akan menjadi kewenangan Prabowo berdasarkan pertimbangan dan kebutuhan pemerintahan.
Sumber: CNN Indonesia, ANTARA











