Seo Services

Harga Obat Baru di AS Turun pada tahun 2025, Berkurangnya Terapi Gen Berbiaya Tinggi Jadi Faktor Utama

Juli 01, 2026




WASHINGTON – Harga peluncuran obat resep baru di Amerika Serikat mengalami penurunan pada tahun 2025 setelah mencapai rekor tertinggi pada tahun sebelumnya. Meski demikian, biaya obat-obatan inovatif yang dipasarkan tetap tergolong sangat tinggi, terutama untuk terapi penyakit langka dan kanker.

Berdasarkan laporan Reuters, median harga daftar (list price) tahunan obat baru yang disetujui regulator Amerika Serikat pada tahun 2025 tercatat sekitar US$216.000 atau sekitar Rp3,5 miliar per pasien per tahun (kurs Rp16.300 per dolar AS). Angka tersebut turun dibandingkan median harga pada tahun 2024 yang mencapai lebih dari US$370.000, namun masih jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Para analis menilai penurunan tersebut bukan disebabkan oleh perubahan strategi penetapan harga perusahaan farmasi ataupun kebijakan pemerintah, melainkan karena lebih sedikit terapi gen dan terapi sel berharga sangat mahal yang memperoleh persetujuan edar pada tahun 2025.

Sepanjang tahun yang lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) hanya menyetujui lima terapi gen dan terapi sel, lebih sedikit dibandingkan tujuh terapi yang disetujui pada masing-masing tahun 2023 dan 2024. Terapi jenis ini umumnya diberikan hanya satu kali, tetapi memiliki harga yang dapat mencapai jutaan dolar per pasien.


Obat Penyakit Langka Masih Mendominasi

Meskipun median harga menurun, rata-rata harga peluncuran obat baru pada tahun 2025 masih mencapai sekitar US$416.000 per tahun. Angka tersebut mencerminkan masih banyaknya obat inovatif yang ditujukan untuk menangani penyakit langka dan kondisi medis kompleks dengan pilihan terapi yang sangat terbatas.

Salah satu contohnya adalah terapi untuk sindrom Barth, penyakit genetik yang sangat langka, yang dipasarkan dengan harga mendekati US$800.000 per tahun. Di sisi lain, terdapat juga obat-obatan dengan harga jauh lebih rendah, seperti obat tetes mata untuk gangguan penglihatan seharga sekitar US$1.050 dan obat penurun kolesterol sekitar US$5.400 per tahun. Perbedaan harga tersebut membuat rata-rata keseluruhan tetap berada pada level yang tinggi.

Laporan tersebut disusun oleh firma riset 3 Axis Advisors yang menganalisis harga peluncuran 42 obat baru yang dipasarkan sepanjang tahun 2025. Analisis tidak mencakup vaksin, diagnostik produk, antibiotik yang digunakan sesekali, maupun potongan harga dan rabat yang biasanya dinegosiasikan antara produsen obat dengan perusahaan asuransi.


Obat Kimia Lebih Banyak Disetujui

Data menunjukkan lebih dari 67 persen obat baru yang disetujui FDA pada tahun 2025 merupakan obat berbasis molekul kecil (molekul kecil), seperti tablet atau kapsul berbahan kimia sintetis. Proporsi ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 62 persen.

Sebaliknya, obat biologi yang diproduksi dari sel-sel kehidupan cenderung lebih kompleks dan membutuhkan biaya penelitian serta produksi yang jauh lebih tinggi. Karena umumnya merupakan terapi pertama untuk suatu penyakit dan belum memiliki pesaing, perusahaan farmasi dapat menetapkan harga premium terhadap produk tersebut.


Kebijakan Pemerintah Dinilai Belum Berdampak Besar

Selama tahun 2025, industri farmasi juga menghadapi tekanan dari pemerintahan Presiden Donald Trump, yang mendorong berbagai kebijakan untuk menekan harga obat resep di Amerika Serikat. Pemerintah bahkan mencapai sejumlah kesepakatan dengan perusahaan farmasi besar agar harga obat di AS lebih mendekati harga yang berlaku di negara-negara maju lainnya.

Namun, sejumlah pakar kesehatan menilai dampak kebijakan tersebut terhadap peluncuran obat baru masih sangat terbatas.

Peneliti kebijakan kesehatan dari Harvard Medical School, Dr. Benjamin Rome, mengatakan tren harga tidak dapat diukur hanya dari data satu tahun. Menurutnya, perubahan yang terjadi lebih dipengaruhi oleh jenis obat yang memperoleh persetujuan dibandingkan adanya perubahan mendasar dalam strategi penetapan harga industri farmasi.

Sementara itu, Geoffrey Joyce dari University of Southern California Schaeffer Center for Health Policy & Economics menilai berbagai upaya penurunan harga obat yang dilakukan pemerintah sejauh ini lebih bersifat simbolis dan belum memberikan dampak nyata terhadap keputusan perusahaan dalam menetapkan harga produk baru.


Pasien Masih Menghadapi Beban Biaya Tinggi

Pada tahun 2025, FDA menyetujui 51 obat baru, di sekelilingnya merupakan obat kanker. Lebih dari separuh obat yang disetujui juga berstatus Orphan Drugs, yaitu obat untuk penyakit langka yang menyerang kurang dari 200.000 orang di Amerika Serikat.

Status tersebut memberikan berbagai insentif kepada perusahaan farmasi, termasuk masa eksklusivitas pemasaran yang lebih panjang. Konsekuensinya, banyak produsen mematok harga tinggi untuk memperoleh keuntungan dari pasar yang relatif kecil.

Meskipun perusahaan farmasi berpendapat bahwa obat inovatif mampu mengurangi biaya perawatan jangka panjang melalui penurunan angka rawat inap dan kunjungan ke rumah sakit, para ahli menilai pasien tetap harus menanggung beban biaya yang sangat besar untuk memperoleh akses terhadap terapi terbaru.

Dengan perkembangan teknologi medis yang semakin pesat, tantangan terbesar bagi industri farmasi dan pemerintah adalah menemukan keseimbangan antara mendorong inovasi obat baru dan memastikan masyarakat dapat memperoleh akses terhadap pengobatan dengan harga yang lebih terjangkau.


Sumber: Reuters

Ferrari dan BMW Ikuti Tesla Beralih ke Aluminium, Harga Tembaga yang Melonjak Ubah Strategi Industri Otomotif

Juni 30, 2026


LONDON – Produsen mobil mewah Ferrari dan BMW mulai menggunakan kabel berbahan aluminium pada sejumlah model kendaraan terbaru mereka. Langkah ini mengikuti jejak Tesla serta sejumlah produsen kendaraan listrik asal China yang terlebih dahulu beralih dari tembaga ke aluminium sebagai material utama sistem kelistrikkan kendaraan.

Menurut laporan Reuters, peralihan tersebut didorong oleh melonjaknya harga tembaga di pasar global, sementara aluminium menawarkan harga yang jauh lebih murah dan bobot yang lebih ringan. Tren ini diperkirakan akan mengurangi 2% permintaan tembaga dunia pada sekitar tahun 2026, bahkan berpotensi meningkat hingga 6% pada tahun 2030, berdasarkan proyeksi analis JPMorgan.

Harga aluminium saat ini hanya sekitar US$3.100 per metrik ton, atau sekitar seperempat dari harga tembaga. Kondisi tersebut membuat banyak perusahaan mulai mempertimbangkan aluminium sebagai alternatif yang lebih ekonomis, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan tembaga untuk proyek energi terbarukan, jaringan listrik, dan pusat data (data center).


Ferrari Utamakan Bobot Ringan

Ferrari mengungkapkan bahwa penggunaan aluminium bukan semata-mata karena alasan biaya, tetapi juga untuk meningkatkan performa kendaraan.

Pabrikan asal Italia itu mulai menggunakan kabel aluminium pada mobil sport hybrid 296 sejak tahun lalu. Materi yang sama kemudian diterapkan pada Luce, mobil listrik pertama Ferrari yang diluncurkan beberapa waktu lalu.

Perusahaan menyatakan penggunaan aluminium mampu mengurangi bobot total kabel hingga 20 persen, sehingga kendaraan menjadi lebih ringan dan efisien.

"Kami tidak memilih aluminium karena lebih murah, tetapi karena memberikan performa yang lebih baik," kata Dario Esposito, pejabat komunikasi Ferrari, sebagaimana dikutip Reuters.

Selain kabel, Ferrari sebelumnya juga telah menggunakan aluminium pada bodi, sasis, dan mesin kendaraan sebagai bagian dari strategi mengurangi berat mobil tanpa mengorbankan performa.


BMW dan Tesla Lebih Dulu Mengadopsi

BMW sebenarnya telah menggunakan konduktor aluminium sejak 2011 pada seri mobil kompaknya. Seiring berkembangnya kendaraan hybrid dan listrik, perusahaan Jerman tersebut terus memperluas penggunaan aluminium pada sistem kelistrikan bertegangan tinggi maupun rendah.

Teknologi eDrive terbaru BMW kini memanfaatkan aluminium dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya.

Sementara itu, Tesla dikenal sebagai salah satu pelopor penggunaan aluminium secara luas pada kendaraan listrik modern. Selain memanfaatkan aluminium untuk struktur bodi melalui teknologi pengecoran raksasa (gigacasting), Tesla juga mulai menggunakan kabel aluminium pada Model Y sejak 2019 dan kemudian memperluas penerapannya pada Cybertruck.

Reuters juga melaporkan bahwa Stellantis, grup otomotif yang menyebutkan merek seperti Jeep, Peugeot, Citroën, Fiat, dan Opel, telah mulai mengganti kabel tembaga dengan aluminium pada sejumlah model kendaraan, meskipun perusahaan belum memberikan komentar resmi.


Produsen Kendaraan Listrik China Memimpin Perubahan

Peralihan menuju aluminium berlangsung lebih cepat di China. Pemerintah Tiongkok sejak tahun 2025 mendorong industri menggunakan aluminium sebagai pengganti tembaga di sejumlah sektor strategis.

Sejumlah produsen kendaraan listrik seperti AVATR, XPeng, dan Xiaomi telah mengadopsi kabel aluminium pada kendaraan mereka. Langkah ini dinilai penting untuk memangkas biaya produksi di tengah persaingan harga yang semakin ketat di pasar mobil listrik Tiongkok.

Analis dari lembaga penelitian Zhuochuang memperkirakan sekitar 25–30 persen komponen berbahan tembaga di sektor otomotif, kelistrikan, dan peralatan rumah tangga di China dapat digantikan oleh aluminium sebelum tahun 2030.


Murah, Ringan, tetapi Ada Tantangan

Meski lebih murah dan ringan, aluminium memiliki daya hantar listrik sekitar 61 persen dibandingkan tembaga. Oleh karena itu, kabel aluminium harus dibuat lebih besar agar mampu menghantarkan arus listrik yang sama.

Selain itu, proses produksi aluminium membutuhkan energi yang lebih besar sehingga menghasilkan emisi karbon yang lebih tinggi dibandingkan pengolahan tembaga. Faktor tersebut menjadi salah satu pertimbangan perusahaan sebelum memutuskan melakukan substitusi material.

Namun demikian, ketika rasio harga tembaga terhadap aluminium mencapai lebih dari 3,5 kali, penggunaan aluminium dinilai menjadi pilihan yang jauh lebih ekonomis. Saat rasio ini telah berada di atas 4,2 kali, sehingga semakin banyak perusahaan mulai mempercepat transisi ke material alternatif tersebut.


Tren Diperkirakan Terus Berkembang

Analis menilai penggunaan aluminium tidak hanya akan meningkat di industri otomotif, tetapi juga pada industri kabel listrik, pendingin udara, serta infrastruktur energi. Jika tren ini terus berlanjut, permintaan global terhadap tembaga diperkirakan akan mengalami perlambatan, sementara kebutuhan aluminium akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Perubahan strategi yang dilakukan Ferrari, BMW, Tesla, dan sejumlah produsen mobil listrik China menunjukkan bahwa industri otomotif kini tidak hanya berlomba menghadirkan kendaraan yang lebih efisien, tetapi juga mencari material yang mampu menekan biaya produksi tanpa mengurangi kinerja kendaraan.

Sumber: Reuters

Final NBA Cup 2026 Digelar di Hinkle Fieldhouse, Tinggalkan Las Vegas

Juni 30, 2026


 

INDIANAPOLIS – Liga Bola Basket Amerika Serikat (NBA) resmi mengumumkan bahwa pertandingan final NBA Cup 2026 akan digelar di Hinkle Fieldhouse, Indianapolis, pada 11 Desember 2026. Keputusan ini menandai berakhirnya dominasi Las Vegas sebagai tuan rumah turnamen tersebut sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2023.

Berdasarkan laporan Reuters, Hinkle Fieldhouse dipilih karena memiliki sejarah panjang sebagai salah satu arena basket paling ikonik di Amerika Serikat. Arena yang menjadi kandang tim basket Butler University itu dikenal sebagai simbol tradisi bola basket dan pernah menjadi lokasi berbagai pertandingan bersejarah, mulai dari kompetisi perguruan tinggi hingga pertandingan profesional.

Kepala Divisi Acara Global NBA, Kelly Flatow, mengatakan pemilihan Hinkle Fieldhouse merupakan bagian dari upaya liga menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pemain dan penggemar.

Menurutnya, NBA ingin menggelar pertandingan perebutan gelar di arena yang memiliki nilai historis tinggi sehingga dapat memberikan atmosfer yang lebih istimewa dibandingkan sekadar menggunakan venue modern.

"Hinkle Fieldhouse merupakan salah satu arena basket paling bersejarah di dunia. Menggelar Final NBA Cup di sana akan memberikan pengalaman yang unik sekaligus menghormati warisan olahraga bola basket," ujar Flatow seperti dikutip Reuters.

Tinggalkan Las Vegas Setelah Tiga Edisi

Sejak NBA memperkenalkan turnamen NBA Cup—yang sebelumnya dikenal sebagai In-Season Tournament—seluruh babak semifinal dan final selalu dimainkan di Las Vegas. Namun, untuk edisi 2026, NBA memutuskan memindahkan laga puncak ke Indianapolis.

Meski begitu, hingga saat ini NBA belum memastikan apakah pertandingan semifinal juga akan dimainkan di Hinkle Fieldhouse atau tetap berlangsung di lokasi lain. Pada tiga edisi sebelumnya, Las Vegas menjadi tuan rumah untuk sekaligus turnamen semifinal final.

Keputusan pemindahan laga final dinilai sebagai bagian dari strategi NBA untuk memperluas jangkauan turnamen sekaligus memperkenalkan arena-arena bersejarah kepada penggemar basket generasi baru.

Arena Bersejarah Basket Amerika

Hinkle Fieldhouse dibuka pada tahun 1928 dan dikenal sebagai salah satu arena basket paling legendaris di Amerika Serikat. Selain menjadi kandang Butler University, gedung ini pernah menjadi lokasi pertandingan National Invitation Tournament (NIT), menjadi markas sementara tim WNBA Indiana Fever, serta pernah digunakan oleh klub NBA Indianapolis Olympians pada era awal kompetisi profesional.

Arena tersebut juga semakin dikenal luas setelah dijadikan lokasi syuting film basket legendaris "Hoosiers", yang mengangkat kisah perjuangan tim basket sekolah menengah di negara bagian Indiana.

Dengan kapasitas yang lebih kecil dibandingkan arena NBA modern, Hinkle Fieldhouse yakin akan menghadirkan suasana pertandingan yang lebih intim dan penuh sejarah.

Turnamen Semakin Bergensi

NBA Cup merupakan kompetisi yang melibatkan seluruh 30 tim NBA pada awal musim reguler. Setelah melalui fase grup dan babak gugur, dua tim terbaik dari Wilayah Timur dan Wilayah Barat akan bertemu di partai final untuk memperebutkan trofi juara serta hadiah uang tunai bagi para pemain.

Pada edisi 2025, New York Knicks berhasil menjuarai Piala NBA setelah mengalahkan San Antonio Spurs. Menariknya, kedua tim tersebut kemudian kembali bertemu di Final NBA musim 2026, memperkuat anggapan bahwa turnamen ini mulai menjadi indikator kekuatan tim sepanjang musim.

Pemindahan lokasi final ke Hinkle Fieldhouse diharapkan mampu meningkatkan daya tarik NBA Cup sekaligus memperkuat identitas turnamen sebagai ajang yang tidak hanya menawarkan persaingan sengit, tetapi juga merayakan sejarah panjang olahraga bola basket di Amerika Serikat.

Sumber: Reuters

Atap Pusat Bimbingan Belajar Ambruk di Pakistan, 14 Anak Tewas

Juni 30, 2026


Lahore, Sedikitnya 14 anak meninggal dunia setelah atap sebuah pusat bimbingan belajar (tutoring centre) ambruk di Kota Lahore, Pakistan bagian timur, pada Selasa waktu setempat. Insiden tragis tersebut mendorong pemerintah setempat membuka peluang penyelidikan atas dugaan kelalaian dalam pengelolaan bangunan.

Berdasarkan keterangan layanan darurat Provinsi Punjab, tim penyelamat berhasil mengevakuasi sejumlah korban dari bawah reruntuhan bangunan, termasuk seorang guru perempuan berusia 30 tahun yang mengajar di fasilitas pendidikan tersebut.

Korban tewas merupakan anak-anak berusia antara 5 hingga 16 tahun, dengan sebagian besar berusia di bawah 9 tahun. Proses evakuasi berlangsung selama beberapa jam untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun puing-puing bangunan.

Menteri Informasi Punjab, Azma Bokhari, mengatakan hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa pusat bimbingan belajar tersebut tidak terdaftar secara resmi dan beroperasi di dalam sebuah rumah tinggal milik pribadi yang memiliki kondisi atap sudah lapuk dan tidak layak digunakan.

Menurut Bokhari, pusat bimbingan belajar semacam itu banyak ditemukan di Pakistan. Anak-anak biasanya mengikuti pelajaran tambahan di luar jam sekolah reguler untuk meningkatkan kemampuan akademik mereka.

Pemerintah menegaskan akan mengambil tindakan hukum apabila ditemukan adanya unsur kelalaian, kecerobohan, atau pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku.

"Jika terbukti terdapat kelalaian, kecerobohan, atau pelanggaran hukum, pihak yang bertanggung jawab akan menghadapi tindakan hukum yang tegas," kata Bokhari dalam pernyataannya.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Provinsi Punjab memerintahkan dilakukannya inspeksi terhadap bangunan-bangunan yang dinilai tidak aman menjelang musim hujan monsun. Pemerintah juga berencana memperketat regulasi terhadap pusat bimbingan belajar yang belum terdaftar serta fasilitas pendidikan swasta lainnya guna mencegah tragedi serupa terulang.

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan keselamatan bangunan di Pakistan, terutama fasilitas pendidikan yang beroperasi tanpa izin resmi maupun tanpa memenuhi standar konstruksi dan keselamatan yang memadai.


Sumber: Reuters





Gelombang Panas Mematikan di Prancis, Rumah Duka Kewalahan Tangani Lonjakan Korban Jiwa

Juni 30, 2026





PARIS – Gelombang panas ekstrem yang melanda Prancis dalam beberapa pekan terakhir mulai menimbulkan dampak serius terhadap sistem pelayanan publik. Tidak hanya rumah sakit dan layanan kesehatan yang mengalami tekanan, rumah duka di sejumlah wilayah kini juga mengirimkan jumlah korban meninggal akibat suhu tinggi yang berkepanjangan.

Berdasarkan laporan Reuters, otoritas kesehatan Prancis mencatat sedikitnya 1.000 kematian berlebih (excess death) terjadi dalam kurun Rabu hingga Minggu pekan lalu. Angka tersebut masih bersifat sementara dan diperkirakan akan terus bertambah seiring masuknya laporan dari berbagai daerah.

Salah satu rumah duka yang merasakan dampak paling besar berada di Orly, pinggiran selatan Paris. Pemilik rumah duka, Zouhaier Hertelli, mengatakan fasilitas penyimpanan jenazah miliknya telah mencapai kapasitas maksimal.

Ruang pendingin yang hanya mampu menampung 32 jenazah kini terisi penuh. Bahkan selama akhir pekan lalu, Hertelli mengaku menerima sekitar 150 permintaan dari keluarga korban, panti jompo, kepolisian hingga pemerintah daerah yang mencari tempat penyimpanan jenazah, namun semuanya terpaksa ditolak karena tidak lagi memiliki ruang kosong.

"Kami benar-benar penuh. Permintaan mulai membludak sejak Rabu, kemudian terus meningkat sepanjang Kamis hingga akhir pekan tanpa henti," ujar Hertelli sebagaimana dikutip Reuters.

Menurutnya, kondisi tersebut menciptakan situasi yang sangat menyedihkan bagi banyak keluarga. Dalam beberapa kasus, pemakaman harus menunggu lebih lama sebelum dimakamkan atau dikremasi karena seluruh fasilitas penyimpanan telah terisi penuh.


Antrean Kremasi didirikan pada bulan Juli

Lonjakan angka kematian juga menyebabkan proses pemakaman dan kremasi mengalami keterlambatan. Hertelli mengatakan ketika masyarakat menghubungi krematorium saat ini, jadwal yang tersedia baru dapat diperoleh sekitar 10 Juli, jauh lebih lama dibandingkan kondisi normal.

Untuk mengatasi keterbatasan ruang, ia bahkan telah mengajukan izin kepada pemerintah setempat agar diperbolehkan menggunakan truk berpendingin sebagai tempat penyimpanan sementara jenazah hingga proses pemakaman dapat dilakukan.

Situasi tersebut menggambarkan besarnya tekanan yang kini dihadapi sektor pelayanan pemakaman di Prancis akibat meningkatnya jumlah korban jiwa selama gelombang panas.


Lansia Menjadi Kelompok Paling Rentan

Otoritas Kesehatan Prancis menyebut sebagian besar korban merupakan warga lanjut usia, baik yang tinggal di panti jompo maupun di rumah. Dokter dan petugas kesehatan juga melaporkan peningkatan signifikan jumlah kematian yang terjadi di rumah-rumah penduduk.

Dokter dari layanan darurat SOS Médecins, Sebastien Chopin, mengungkapkan bahwa dalam empat hari saat puncak gelombang panas pekan lalu, dirinya bersama rekan-rekannya menandatangani delapan surat kematian di rumah pasien. Jumlah tersebut mencapai empat kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pemerintah bersama otoritas kesehatan mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan anggota keluarga, tetangga, maupun kerabat lanjut usia yang tinggal sendirian. Mereka dinilai menjadi kelompok yang paling rentan mengalami dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga gangguan kesehatan yang berujung pada kematian.


Ancaman Belum Berakhir

Meski suhu udara sempat menurun dari rekor tertingginya, badan meteorologi nasional Météo-France memperkirakan suhu di sebagian besar wilayah Prancis masih berada di kisaran 30 derajat Celsius dan berpotensi meningkat kembali pada akhir pekan serta awal pekan berikutnya. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan bertambahnya jumlah korban jiwa.

Gelombang panas yang melanda Prancis merupakan bagian dari cuaca ekstrem yang juga dirasakan berbagai negara di Eropa dalam beberapa pekan terakhir. Para ilmuwan menilai frekuensi dan intensitas gelombang panas semakin meningkat seiring perubahan iklim global, sehingga negara-negara Eropa perlu memperkuat sistem kesehatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana cuaca ekstrem.

Dengan jumlah korban yang masih terus bertambah dan prakiraan cuaca yang belum menunjukkan perbaikan signifikan, pemerintah Prancis diperkirakan akan terus meningkatkan langkah mitigasi guna melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan, dari dampak gelombang panas yang mematikan.

Sumber: Reuters

Pendapatan Donald Trump dari Kripto Tembus Rp22 Triliun, Jadi Sumber Kekayaan Terbesar pada 2025

Juni 30, 2026


Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melaporkan pendapatan lebih dari US$1,4 miliar atau sekitar Rp22,7 triliun (kurs Rp16.200 per dolar AS) sepanjang 2025 yang sebagian besar berasal dari berbagai bisnis aset kripto milik keluarganya. Fakta tersebut terungkap dalam laporan keuangan tahunan yang disampaikan kepada **U.S. Office of Government Ethics dan ditinjau oleh Reuters.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa aset digital kini menjadi penyumbang terbesar kekayaan Trump, jauh melampaui bisnis tradisional seperti properti, lapangan golf, maupun resor yang selama puluhan tahun menjadi sumber utama pendapatannya.

Salah satu kontributor terbesar berasal dari World Liberty Financial, perusahaan kripto yang didirikan bersama anak-anaknya. Perusahaan itu menghasilkan hampir US$800 juta, yang terdiri atas lebih dari US$520 juta dari penjualan token kripto dan lebih dari US$250 juta dari penjualan kepemilikan bisnis World Liberty.

Selain itu, Trump juga melaporkan pendapatan sekitar US$635 juta dari penjualan Trump Meme Coin, mata uang kripto bertema dirinya yang menarik perhatian investor sejak diluncurkan.

Lonjakan tersebut menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan dibanding laporan tahun sebelumnya. Pada pengungkapan keuangan 2024, Trump hanya melaporkan pendapatan sekitar US$57,35 juta dari penjualan token World Liberty Financial. Dalam satu tahun, angka tersebut meningkat hampir sembilan kali lipat.

Reuters sebelumnya juga memperkirakan keluarga Trump telah memperoleh sedikitnya US$2,3 miliar dari berbagai proyek terkait kripto sejak Trump kembali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat pada 2025.


Kebijakan Pemerintah Dinilai Menguntungkan Industri Kripto


Sejak kembali ke Gedung Putih, pemerintahan Trump mengeluarkan sejumlah kebijakan yang dinilai mendukung perkembangan industri aset digital. Beberapa di antaranya meliputi penerapan aturan federal mengenai stablecoin, serta pengurangan intensitas penegakan hukum terhadap industri kripto oleh Departemen Kehakiman AS dan Securities and Exchange Commission (SEC).

Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menegaskan bahwa Presiden Trump maupun keluarganya tidak pernah melakukan konflik kepentingan.

"Presiden maupun keluarganya tidak pernah dan tidak akan pernah terlibat dalam konflik kepentingan. Presiden Trump dengan bangga menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia melalui berbagai kebijakan eksekutif," ujar Kelly dalam pernyataan resminya.

Kelly juga membantah berbagai tudingan bahwa kebijakan pemerintah dibuat untuk menguntungkan bisnis keluarga Trump.


Bisnis Tradisional Tetap Menghasilkan Ratusan Juta Dolar


Meski kripto menjadi sumber pendapatan terbesar, bisnis konvensional Trump tetap mencatatkan kinerja positif.

Pendapatan dari lapangan golf dan resor miliknya meningkat sekitar 15% menjadi lebih dari US$500 juta sepanjang 2025.

Klub Mar-a-Lago di Florida mencatat lonjakan pendapatan menjadi sekitar US$77 juta, naik dari US$50 juta pada tahun sebelumnya. Sementara itu, klub golf Trump di West Palm Beach juga mengalami kenaikan pendapatan sebesar 27%


Sebaliknya, beberapa aset properti komersial Trump menunjukkan pertumbuhan yang lebih terbatas. Pendapatan dari sejumlah gedung perkantoran dan properti real estate yang telah dimilikinya selama puluhan tahun relatif stagnan dibanding satu dekade lalu.

Selain bisnis kripto dan properti, Trump juga melaporkan lebih dari US$80 juta pendapatan dari penyelesaian gugatan terhadap sejumlah perusahaan media serta sekitar US$52 juta dari lisensi penggunaan nama Trump untuk proyek properti di luar negeri, terutama di kawasan Timur Tengah.


Muncul Sorotan Soal Potensi Konflik Kepentingan


Meski Gedung Putih menyatakan seluruh kepentingan bisnis Trump saat ini dikelola oleh anak-anaknya melalui sebuah trust keluarga, Trump tetap menjadi penerima manfaat utama atas pendapatan yang dihasilkan aset-aset tersebut.

Mantan pejabat sementara Office of Government Ethics, Don Fox, mengatakan bahwa Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat memang dikecualikan dari sejumlah aturan etika federal yang melarang konflik kepentingan bagi pegawai eksekutif lainnya.

Namun menurut Fox, selama era pasca-skandal Watergate, para presiden sebelumnya tetap berupaya mengelola keuangan pribadi agar terhindar dari potensi konflik kepentingan.

Ia menilai kasus Trump menunjukkan perlunya reformasi regulasi etika, termasuk pembatasan jenis investasi yang dapat dimiliki oleh Presiden maupun Wakil Presiden selama menjabat.

Sumber: Reuters


Harga Emas Dunia Tertekan, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga AS Menguat

Juni 30, 2026


JAKARTA – Harga emas dunia kembali mengalami tekanan pada perdagangan Rabu (1/7) setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam tujuh bulan terakhir. Pelemahan tersebut dipicu oleh memudarnya harapan tercapainya kesepakatan damai permanen antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu kembali kekhawatiran inflasi serta memperkuat ekspektasi pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) masih berpeluang menaikkan suku bunga.

Berdasarkan laporan Reuters, harga emas di pasar spot turun sekitar 0,6% menjadi US$3.981,69 per troy ounce pada perdagangan pagi. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus melemah sekitar 1,1% ke level US$3.994,40 per troy ounce. Penurunan tersebut terjadi setelah harga emas sehari sebelumnya jatuh ke posisi terendah sejak November 2025.

Sentimen pasar berubah setelah peluang tercapainya terobosan diplomatik antara Washington dan Teheran dinilai semakin mengecil. Pemerintah Iran menyatakan belum bersedia melakukan pertemuan dengan utusan senior Amerika Serikat yang datang ke kawasan menyusul meningkatnya ketegangan beberapa waktu terakhir.

Selain itu, pejabat Iran menegaskan bahwa kedua negara masih harus menyelesaikan implementasi perjanjian gencatan senjata yang dicapai dua pekan lalu sebelum melanjutkan pembahasan mengenai isu yang lebih kompleks, termasuk program nuklir Iran. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar kembali mencermati potensi peningkatan tekanan inflasi global apabila ketegangan geopolitik kembali memanas.

Di sisi lain, pasar juga mendapat tekanan dari pernyataan Presiden Federal Reserve Bank Cleveland, Beth Hammack, yang mengatakan masih terbuka kemungkinan mendukung kenaikan suku bunga jika tekanan inflasi di Amerika Serikat tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Pernyataan tersebut memperkuat pandangan investor bahwa kebijakan moneter The Fed akan tetap ketat dalam beberapa bulan mendatang. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan sekitar 67% peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan September.

Kenaikan suku bunga umum menjadi sentimen negatif bagi emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil atau bunga, daya tarik emas cenderung berkurang ketika suku bunga meningkat karena investor lebih memilih instrumen investasi yang menawarkan keuntungan lebih tinggi.

Perhatian investor kini berkumpul pada sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis pada pekan ini, termasuk laporan ketenagakerjaan versi ADP dan data nonfarm payrolls. Kedua indikator tersebut diperkirakan akan menjadi acuan penting bagi The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Sementara itu, survei yang dilakukan Official Monetary and Financial Institutions Forum (OMFIF) menunjukkan semakin banyak bank sentral di berbagai negara berencana mengurangi porsi kepemilikan aset dalam dolar Amerika Serikat selama dekade mendatang. Langkah tersebut memicu meningkatnya risiko geopolitik dan intimidasi terhadap mata uang AS, yang dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset alternatif seperti emas.

Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga melemah. Harga perak turun sekitar 0,9% menjadi US$58,04 per troy ounce, platinum terkoreksi 0,9% menjadi US$1.537,78, sedangkan paladium justru naik tipis sekitar 0,2% menjadi US$1.202,33 per troy ounce.

Analis menilai arah pergerakan harga emas dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran, dinamika inflasi global, serta keputusan kebijakan moneter Federal Reserve. Selama ekspektasi kenaikan suku bunga tetap tinggi dan dolar AS bertahan kuat, harga emas diperkirakan masih menghadapi tekanan meskipun geopolitik tetap menjadi faktor yang dapat menopang permintaan terhadap aset safe haven.


Sumber: Reuters

Korea Selatan Gelontorkan Investasi Raksasa untuk AI dan Semikonduktor, Nilainya Diperkirakan Tembus Rp10.500 Triliun

Juni 28, 2026

 


Pemerintah Korea Selatan meluncurkan program investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan industri semikonduktor sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pemimpin teknologi dunia.

Presiden Lee Jae Myung pada Senin (29/6) mengumumkan serangkaian proyek berskala nasional yang diperkirakan akan menyerap investasi hingga lebih dari 1.000 triliun won atau sekitar 651 miliar dolar AS (sekitar Rp10.500 triliun) dalam beberapa tahun mendatang.

Pengumuman tersebut menjadi langkah paling ambisius pemerintahan Lee sejak menjabat, sekaligus menegaskan komitmennya menjadikan AI dan semikonduktor sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi Korea Selatan di masa depan.

Dalam acara yang disiarkan secara nasional, Presiden Lee didampingi para pimpinan dua perusahaan produsen chip memori terbesar di dunia, yakni Samsung Electronics dan SK Hynix, yang diperkirakan akan menjadi investor utama dalam proyek tersebut.

"Kita harus menguasai elemen-elemen inti kecerdasan buatan lebih cepat dibanding negara mana pun. Semikonduktor, AI fisik, dan pusat data AI merupakan tiga pilar utama lompatan besar bangsa kita," ujar Lee dalam pidatonya.


Fokus Bangun Klaster Industri Baru


Sebagai bagian dari program tersebut, pemerintah akan membangun klaster produksi semikonduktor baru di wilayah barat daya Korea Selatan, khususnya di Kota Gwangju dan Provinsi Jeolla Selatan.

Wilayah tersebut dipilih karena memiliki potensi pasokan energi yang besar namun selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Keberadaan sumber daya listrik yang melimpah dinilai menjadi faktor penting bagi operasional industri chip dan pusat data AI yang membutuhkan konsumsi energi sangat tinggi.

Pemerintah daerah Gwangju dan Jeolla Selatan juga menyatakan komitmennya untuk menginvestasikan dana antara 5 triliun hingga 20 triliun won guna mendukung pembangunan kawasan industri tersebut.


Dorong Pemerataan Ekonomi


Selain memperkuat daya saing teknologi nasional, proyek raksasa ini juga menjadi bagian dari strategi Presiden Lee untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah metropolitan Seoul dengan daerah-daerah lain. Selama beberapa dekade terakhir, aktivitas industri teknologi Korea Selatan terkonsentrasi di sekitar Seoul dan wilayah sekitarnya. Melalui pembangunan pusat industri baru di bagian barat daya, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi dapat lebih merata sekaligus menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.


Investasi Diperkirakan Lampaui 1.000 Triliun Won


Media lokal Korea Selatan melaporkan total investasi dari pemerintah, pemerintah daerah, serta sektor swasta berpotensi melampaui 1.000 triliun won dalam beberapa tahun ke depan.

Sebagian besar investasi tersebut diperkirakan berasal dari Samsung Electronics dan SK Hynix yang selama ini menjadi tulang punggung industri semikonduktor Korea Selatan sekaligus pemain utama di pasar chip memori global.

Langkah agresif ini dilakukan di tengah semakin ketatnya persaingan global dalam pengembangan kecerdasan buatan dan semikonduktor. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, hingga Uni Eropa juga tengah berlomba meningkatkan investasi untuk mengamankan posisi strategis mereka dalam industri teknologi masa depan.

Dengan proyek berskala raksasa tersebut, Korea Selatan berharap mampu mempertahankan dominasinya di industri chip dunia sekaligus menjadi salah satu pusat pengembangan AI terbesar secara global dalam dekade mendatang. (reuters)


Austria Ajak Uni Eropa Rangkul Anthropic, Ingin Kurangi Ketergantungan pada Teknologi AI Amerika Serikat

Juni 28, 2026




WINA – Austria mengusulkan langkah strategis kepada Uni Eropa untuk mengundang perusahaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) asal Amerika Serikat, Anthropic, agar membangun kehadiran yang lebih kuat di kawasan Eropa. Usulan tersebut muncul setelah pemerintah Amerika Serikat memberlakukan pembatasan akses terhadap model AI tercanggih milik Anthropic bagi sejumlah pengguna di luar negeri.

Menurut laporan Bloomberg yang mengutip surat resmi pemerintah Austria, Menteri Negara Austria untuk Digitalisasi dan Ekonomi, Alexander Proell, telah mengirimkan surat kepada Komisaris Teknologi Uni Eropa, Henna Virkkunen. Dalam surat itu, Proell mengajak Komisi Eropa untuk menjajaki kemungkinan menghadirkan Anthropic sebagai bagian dari ekosistem teknologi Eropa.

Langkah tersebut dinilai sebagai peluang bagi Uni Eropa untuk memperkuat kemandirian di bidang teknologi, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang dapat memengaruhi akses perusahaan dan peneliti Eropa terhadap teknologi AI mutakhir.

Menurut Proell, Eropa memiliki peluang untuk menawarkan berbagai insentif yang menarik bagi Anthropic, mulai dari kepastian regulasi, akses ke pasar tunggal Uni Eropa, dukungan pembiayaan, hingga lingkungan hukum yang dinilai lebih stabil bagi pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

"Pertanyaan yang harus dijawab bukanlah apakah langkah ini mudah dilakukan, tetapi apakah warga Eropa ingin menjadi arsitek masa depan digital mereka sendiri atau hanya menjadi pengguna teknologi yang ditentukan oleh pihak lain," tulis Proell dalam surat tersebut.

Ia mengakui bahwa gagasan tersebut kemungkinan akan menuai berbagai tantangan dan skeptisisme. Namun, menurutnya, perkembangan pesat teknologi AI menuntut Uni Eropa untuk mengambil langkah yang lebih berani agar tidak tertinggal dari Amerika Serikat maupun China dalam perlombaan mengembangkan kecerdasan buatan.

Hingga saat ini, Anthropic belum memberikan tanggapan resmi terkait usulan Austria tersebut.


Dampak Pembatasan AI oleh Amerika Serikat

Usulan Austria tidak lepas dari kebijakan terbaru pemerintah Amerika Serikat yang membatasi akses internasional terhadap model AI paling canggih milik Anthropic. Kebijakan tersebut bertujuan mencegah penyebaran teknologi AI tingkat lanjut kepada negara-negara yang dianggap berpotensi menimbulkan risiko keamanan nasional.

Namun di sisi lain, pembatasan tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan pemerintah dan pelaku industri di Eropa. Mereka menilai akses terhadap model AI generasi terbaru sangat penting untuk mendukung riset, inovasi, pendidikan, hingga pengembangan industri digital.

Jika perusahaan-perusahaan Eropa mengalami keterbatasan dalam memanfaatkan teknologi AI mutakhir, daya saing kawasan itu dikhawatirkan akan semakin tertinggal dibandingkan Amerika Serikat maupun negara-negara lain yang memiliki akses lebih luas terhadap teknologi tersebut.


Uni Eropa Perkuat Kedaulatan Digital

Dalam beberapa tahun terakhir, Uni Eropa memang terus mendorong agenda "kedaulatan digital" sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis teknologi. Kawasan tersebut berupaya memperkuat kemampuan sendiri dalam bidang kecerdasan buatan, komputasi awan (cloud computing), semikonduktor, hingga pusat data.

Belum lama ini, Komisi Eropa juga mengumumkan berbagai inisiatif untuk meningkatkan investasi pada sektor AI dan infrastruktur digital. Langkah tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat yang selama ini mendominasi pasar global.

Austria menilai keberadaan perusahaan AI kelas dunia seperti Anthropic di Eropa dapat mempercepat terciptanya ekosistem inovasi yang lebih kuat. Selain membuka peluang investasi baru, kehadiran perusahaan tersebut juga diyakini dapat mendorong kolaborasi dengan universitas, lembaga penelitian, serta perusahaan rintisan (startup) di berbagai negara anggota Uni Eropa.


Persaingan Global AI Semakin Ketat

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan kini menjadi salah satu arena persaingan utama antarnegara. Amerika Serikat dan China masih mendominasi pengembangan model AI berskala besar, sementara Uni Eropa berupaya mengejar ketertinggalan melalui investasi besar-besaran dan penyusunan regulasi yang mendukung inovasi.

Usulan Austria menunjukkan bahwa negara-negara Eropa mulai mengambil langkah yang lebih proaktif dalam menarik perusahaan teknologi global agar berinvestasi dan mengembangkan pusat riset di kawasan tersebut. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Eropa dalam persaingan AI global sekaligus memastikan bahwa pelaku industri, peneliti, dan masyarakat Eropa tetap memiliki akses terhadap teknologi kecerdasan buatan paling mutakhir.

Meski masih sebatas usulan, gagasan Austria diperkirakan akan menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas mengenai masa depan industri AI di Eropa. Apabila mendapat dukungan dari Komisi Eropa dan negara-negara anggota, langkah tersebut dapat menjadi tonggak baru dalam upaya membangun ekosistem kecerdasan buatan yang lebih mandiri, kompetitif, dan tidak terlalu bergantung pada kebijakan negara lain.

Kantong dan Kemasan Plastik Fleksibel Terancam Tergusur, Regulasi Baru Global Paksa Industri Berbenah

Juni 28, 2026



Masa depan kantong plastik, plastik pembungkus (wrap), dan kemasan fleksibel seperti sachet diperkirakan semakin pendek seiring gelombang regulasi lingkungan yang mulai diterapkan di berbagai negara. Industri kini menghadapi tekanan besar untuk merancang ulang kemasan agar lebih mudah didaur ulang serta meningkatkan penggunaan bahan daur ulang dalam produk mereka. 

Kemasan plastik fleksibel selama ini menjadi pilihan produsen karena ringan, murah, dan mampu menjaga kualitas produk, terutama makanan, minuman, serta kebutuhan rumah tangga. Namun, jenis kemasan tersebut juga menjadi salah satu penyumbang pencemaran lingkungan terbesar karena sangat sulit didaur ulang.

Menurut laporan Reuters, plastik fleksibel menyumbang sekitar 58% dari seluruh kemasan plastik dunia, tetapi kurang dari 4% limbahnya berhasil masuk ke sistem daur ulang formal. Sebagian besar sisanya berakhir di tempat pembuangan akhir, dibakar, atau mencemari lingkungan dan lautan. Fleksibel dan plastik multilapis bahkan diperkirakan menyumbang sekitar 80% kebocoran sampah plastik ke laut. 


Regulasi Baru Mendorong Perubahan

Sejumlah pemerintah mulai memberlakukan kebijakan yang lebih ketat terhadap penggunaan plastik fleksibel.

Di kawasan Eropa, mulai tahun 2030 berbagai jenis kemasan plastik, termasuk kemasan makanan, diwajibkan mengandung persentase minimum bahan plastik hasil daur ulang. Inggris juga akan mulai mewajibkan pemerintah daerah mengumpulkan kantong dan plastik film dari rumah tangga melalui sistem daur ulang mulai 2027.

Sementara itu, negara bagian California di Amerika Serikat menargetkan tingkat daur ulang kemasan plastik sekali pakai mencapai 65% pada 2032, sehingga mendorong perusahaan mempercepat investasi pada teknologi pengolahan limbah plastik. 


Perusahaan Besar Mulai Beralih

Menghadapi tekanan regulasi tersebut, berbagai perusahaan multinasional mulai mengembangkan solusi baru.

Produsen barang konsumsi seperti Unilever, Nestlé, Mars, PepsiCo, dan Bel Group mengembangkan berbagai alternatif kemasan yang lebih mudah didaur ulang, termasuk penggunaan bahan berbasis kertas dengan lapisan pelindung khusus.

Meski demikian, solusi tersebut belum sepenuhnya ideal. Kemasan berbahan kertas masih menghadapi tantangan dalam menjaga ketahanan terhadap air, minyak, dan oksigen tanpa mengurangi kemampuan untuk didaur ulang. Di sisi lain, plastik berbasis hayati (bio-based plastic) juga masih menghadapi keterbatasan karena minimnya fasilitas pengomposan dalam skala besar. 


Teknologi Daur Ulang Masih Menjadi Tantangan

Industri juga mulai berinvestasi pada teknologi daur ulang yang lebih canggih.

Selain metode mekanis yang selama ini digunakan, berbagai perusahaan tengah mengembangkan teknologi seperti pirolisis, gasifikasi, hingga pelarutan polimer (dissolution) untuk mengolah plastik yang sulit didaur ulang.

Namun, teknologi tersebut masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari biaya operasional yang tinggi, kebutuhan energi besar, hingga belum adanya kepastian regulasi yang mampu menjamin kelayakan investasi jangka panjang. Akibatnya, harga plastik hasil daur ulang masih jauh lebih mahal dibandingkan plastik baru berbahan baku minyak bumi. 


Infrastruktur Menjadi Kendala Utama

Para pelaku industri menilai persoalan utama bukan hanya teknologi, tetapi juga infrastruktur.

Banyak negara belum memiliki sistem pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan limbah plastik fleksibel yang memadai. Bahkan ketika masyarakat berhasil mengumpulkan limbah plastik tersebut, kapasitas fasilitas daur ulang sering kali belum mampu mengolah seluruh volume yang tersedia.

Sejumlah organisasi industri di Inggris maupun Amerika Serikat kini mendorong pemberian subsidi operasional serta penerapan skema extended producer responsibility (EPR) agar biaya pengelolaan limbah dapat ditanggung bersama oleh produsen kemasan. 


Menuju Era Baru Kemasan

Meskipun tantangan masih besar, tren global menunjukkan bahwa industri kemasan tengah memasuki masa transisi. Kombinasi regulasi pemerintah, tekanan konsumen, serta tuntutan investor terhadap praktik bisnis berkelanjutan diperkirakan akan mempercepat pengembangan kemasan yang lebih ramah lingkungan.


Dalam beberapa tahun ke depan, kantong plastik, plastik pembungkus, dan kemasan sachet yang selama puluhan tahun menjadi andalan industri kemungkinan akan semakin tergantikan oleh desain kemasan baru yang lebih mudah didaur ulang dan memiliki jejak lingkungan yang lebih rendah. 



Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Hampir 1.500 Jiwa, Tim Penyelamat Berpacu dengan Waktu Cari Korban Selamat

Juni 28, 2026



Operasi pencarian dan penyelamatan korban gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela terus berlangsung hingga Minggu (28/6). Tim penyelamat dari berbagai negara masih berpacu dengan waktu untuk menemukan korban yang masih hidup di tengah reruntuhan bangunan, sementara jumlah korban tewas terus bertambah mendekati 1.500 orang.

Dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela pada Rabu lalu telah menyebabkan kehancuran besar, terutama di negara bagian La Guaira yang berjarak sekitar 40 kilometer di utara ibu kota Caracas. Puluhan bangunan runtuh menjadi puing-puing, sementara ribuan warga kehilangan tempat tinggal.

Pemerintah sementara Venezuela melaporkan korban meninggal dunia telah mencapai hampir 1.500 orang. Selain itu, sedikitnya 3.150 orang mengalami luka-luka, lebih dari 12.700 warga mengungsi, dan 774 bangunan dilaporkan hancur akibat bencana tersebut.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menegaskan bahwa operasi pencarian masih akan terus dilakukan selama masih terdapat harapan menemukan korban dalam keadaan hidup.

"Upaya penyelamatan dan pemulihan masih berlangsung. Hari ini kami masih berhasil menemukan korban selamat sehingga operasi belum dihentikan. Kami akan selalu menjaga harapan," ujar Rodriguez.

Pemerintah juga membentuk komisi khusus untuk menilai kelayakan bangunan yang masih berdiri pascagempa. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak diperpanjang liburnya selama satu pekan lagi. Di sisi lain, pasokan listrik di La Guaira dilaporkan telah pulih sekitar 75 persen.


Bantuan Internasional Berdatangan


Lebih dari 2.600 personel penyelamat dari berbagai negara telah tiba di Venezuela untuk membantu proses evakuasi. Kehadiran mereka membawa peralatan berat, anjing pelacak, serta teknologi pencarian korban yang sebelumnya sangat terbatas.


Sebelum bantuan internasional datang, keluarga korban bersama para relawan harus menggali reruntuhan secara manual karena minimnya alat berat dan lambatnya respons pemerintah. Kondisi tersebut diperparah oleh ratusan gempa susulan yang terus mengguncang kawasan terdampak.

Meski demikian, pemerintah melaporkan sedikitnya 33 orang berhasil diselamatkan hingga Sabtu malam, termasuk beberapa anak-anak.


Puluhan Ribu Warga Masih Belum Diketahui Nasibnya


Harapan masih tersisa meskipun waktu terus berjalan. Sebuah situs yang dikelola kelompok oposisi mencatat hampir 50.000 orang masih belum diketahui keberadaannya pada Minggu, turun dari sekitar 55.000 orang sehari sebelumnya.


Pada Minggu pagi, tim penyelamat berhasil mengeluarkan seorang ayah beserta anaknya dalam keadaan hidup dari reruntuhan sebuah bangunan yang ambruk. Keberhasilan tersebut menjadi secercah harapan di tengah pencarian yang semakin sulit.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa peluang menemukan korban hidup semakin kecil setelah melewati 72 jam sejak gempa terjadi. Pemimpin tim penyelamat Swiss, Sebastian Eugster, menjelaskan bahwa terdapat "jendela emas" sekitar tiga hari untuk menyelamatkan korban yang masih hidup. Timnya yang beranggotakan 80 personel berhasil menemukan beberapa tanda kehidupan berkat bantuan delapan anjing pelacak, namun beberapa korban tidak sempat dievakuasi sebelum akhirnya meninggal dunia.


Anak-Anak Berhasil Diselamatkan


Sejumlah operasi penyelamatan dramatis berhasil menyelamatkan beberapa anak dari bawah reruntuhan. Tim penyelamat Amerika Serikat berhasil mengevakuasi seorang bayi yang masih hidup dari reruntuhan bangunan pada Sabtu. Rekaman penyelamatan tersebut memperlihatkan petugas membawa bayi yang terus menangis keluar dari puing-puing.

Sementara itu, tim penyelamat Kolombia berhasil menemukan seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun bernama Moises yang terjebak sekitar tiga meter di bawah reruntuhan. Ia ditemukan menggunakan alat pemindai khusus dan dievakuasi dengan kondisi lengan patah. Ibunya dan saudara perempuannya dilaporkan meninggal dunia akibat gempa.

Tim penyelamat Meksiko juga berhasil menyelamatkan bocah berusia 11 tahun lainnya dari bangunan yang runtuh di kota Caraballeda.


Ancaman Korban Bertambah


Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan jumlah korban jiwa masih dapat meningkat secara signifikan. Berdasarkan analisis dampak gempa, jumlah korban meninggal berpotensi melebihi 10.000 orang, menjadikannya salah satu bencana gempa paling mematikan di Amerika Latin dalam satu abad terakhir.


Selain korban manusia, gempa juga mengganggu aktivitas ekonomi Venezuela. Kilang minyak terbesar di negara tersebut, Amuay yang memiliki kapasitas produksi 645.000 barel per hari, menghentikan operasinya akibat pemadaman listrik besar di negara bagian Falcon.


Dukungan Dunia Internasional Mengalir


Dukungan internasional terus berdatangan bagi Venezuela. Paus Leo dalam doa Angelus di Vatikan menyampaikan belasungkawa kepada para korban serta mengapresiasi kerja keras seluruh tim penyelamat yang bertugas di lokasi bencana.

Pemerintah Amerika Serikat juga dikabarkan tengah menyiapkan paket bantuan baru senilai ratusan juta dolar AS, di luar komitmen bantuan sebelumnya sebesar 150 juta dolar AS.

Sementara itu, tokoh oposisi Venezuela sekaligus peraih Nobel Perdamaian, Maria Corina Machado, menyatakan akan kembali ke negaranya untuk membantu proses pemulihan pascabencana setelah sebelumnya berada di luar negeri.

Operasi pencarian diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, meski peluang menemukan korban selamat semakin menipis. Ribuan personel penyelamat bersama relawan terus bekerja tanpa henti di tengah reruntuhan, berharap masih ada nyawa yang dapat diselamatkan dari salah satu bencana alam paling mematikan yang pernah melanda Venezuela.

Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Suhu Tembus 41 Derajat Celsius

Juni 27, 2026


 Gelombang panas ekstrem terus melanda sebagian besar wilayah Eropa dan memecahkan rekor suhu tertinggi di sejumlah negara. Pada Sabtu (27/6), suhu udara di beberapa kawasan bahkan melampaui 40 derajat Celsius, memicu krisis kesehatan, gangguan transportasi, hingga penurunan produksi energi.

Berdasarkan laporan Reuters, rekor suhu tertinggi sepanjang masa sementara tercatat di Jerman, Denmark, dan Republik Ceko. Sementara itu, Swiss mencatat rekor suhu tertinggi untuk bulan Juni. Sebelumnya, Prancis dan Inggris juga telah mengalami pemecahan rekor suhu dalam beberapa hari terakhir.

Di Jerman, Dinas Meteorologi mencatat suhu mencapai 41,5 derajat Celsius di Moeckern-Drewitz, negara bagian Saxony-Anhalt. Angka tersebut melampaui rekor yang baru saja tercipta sehari sebelumnya sebesar 41,3 derajat Celsius di dekat Saarbruecken.

Sementara itu, Denmark mencatat suhu 37 derajat Celsius di wilayah utara Aarhus, menjadi suhu tertinggi sejak pencatatan meteorologi dimulai pada tahun 1874. Republik Ceko juga melaporkan suhu tertinggi sepanjang sejarah sebesar 40,9 derajat Celsius di wilayah utara Praha.

Perubahan Iklim Jadi Faktor Utama

Para ilmuwan menyatakan bahwa gelombang panas yang melanda Eropa saat ini hampir mustahil terjadi tanpa adanya perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia. Mereka menjelaskan bahwa kenaikan suhu global membuat malam-malam dengan temperatur sangat tinggi menjadi sekitar 100 kali lebih mungkin terjadi dibandingkan dua dekade lalu.

Anggota parlemen Jerman dari Partai Hijau, Katrin Goering-Eckardt, menyebut kondisi tersebut bukan lagi sekadar cuaca musim panas.

"Ini bukan cuaca musim panas yang menyenangkan. Ini adalah krisis kesehatan," ujarnya melalui media sosial X.

Di Berlin, suhu mencapai sekitar 39 derajat Celsius. Kepolisian setempat bahkan mengerahkan kendaraan meriam air untuk menyemprotkan air kepada masyarakat yang berupaya mendinginkan diri di ruang terbuka.

Puluhan Korban Jiwa dan Gangguan Infrastruktur

Prancis menjadi salah satu negara yang paling terdampak. Pemerintah setempat melaporkan puluhan orang meninggal dunia akibat suhu ekstrem, baik dari kelompok usia muda maupun lanjut usia.

Cuaca panas juga menyebabkan berbagai gangguan, mulai dari perjalanan kereta api, pembangkit listrik, penutupan sekolah, pelarangan penjualan minuman beralkohol di beberapa wilayah, hingga penundaan berbagai kegiatan luar ruangan.

Pemerintah Prancis bahkan memperpanjang masa diskon musim panas untuk membantu sektor perdagangan yang terdampak menurunnya aktivitas masyarakat selama gelombang panas berlangsung.

Peringatan Cuaca Ekstrem di Berbagai Negara

Otoritas Jerman mengeluarkan peringatan panas ekstrem hampir di seluruh wilayah negara tersebut. Gelombang panas kemudian bergerak ke arah timur, dengan suhu di sebagian besar wilayah Polandia melampaui 30 derajat Celsius.

Di Italia, Kementerian Kesehatan menetapkan status siaga merah di 18 kota besar, termasuk Milan, Roma, Turin, Venesia, Genoa, Florence, dan Bologna.

Sungai Po, yang merupakan sungai terpanjang di Italia, mengalami penurunan debit air secara signifikan. Air laut bahkan mulai masuk jauh ke wilayah daratan sehingga mengancam sektor pertanian dan ekosistem setempat.

Di kawasan Pegunungan Alpen, suhu malam hari pun tetap tinggi. Kota Bolzano di Italia mencatat suhu minimum 25,4 derajat Celsius pada malam hari, menjadi rekor baru untuk bulan Juni.

Pembangkit Listrik dan Transportasi Terdampak

Gelombang panas juga memengaruhi sektor energi. Pembangkit listrik tenaga nuklir Paks di Hungaria mengurangi kapasitas salah satu reaktornya akibat meningkatnya suhu Sungai Danube.

Sebelumnya, pembangkit listrik tenaga nuklir Beznau di Swiss juga sempat menghentikan sementara operasional reaktornya karena suhu Sungai Aare yang terlalu tinggi.

Di sektor transportasi, operator kereta nasional Jerman, Deutsche Bahn, memberikan kebijakan pembatalan perjalanan tanpa biaya bagi pelanggan untuk perjalanan jarak jauh hingga awal pekan depan. Operator National Express juga menghentikan sementara sejumlah layanan kereta di negara bagian North Rhine-Westphalia sebagai langkah antisipasi.

Selain itu, salah satu jalur utama jalan tol di dekat Hamburg terpaksa ditutup sebagian setelah lapisan aspal mengalami retak akibat suhu yang sangat tinggi.

 Acara Publik Disesuaikan

Sejumlah kegiatan publik di berbagai negara juga mengalami penyesuaian. Parade Lausanne Pride di Swiss menyediakan lebih banyak titik air minum dan petugas kesehatan. Sementara itu, Milan Pride di Italia diundur hingga sore hari agar peserta terhindar dari paparan panas berlebih.

Kejuaraan triathlon Ironman European Championship di Frankfurt turut mempersingkat lintasan bersepeda dan lari demi menjaga keselamatan peserta.

Dipicu Fenomena "Omega Block"

Menurut Reuters Climate Monitor, gelombang panas kali ini dipicu oleh fenomena atmosfer yang dikenal sebagai **Omega Block**, yakni pola tekanan udara tinggi yang membentuk pola menyerupai huruf Yunani Omega.

Fenomena tersebut menyebabkan massa udara panas terperangkap di suatu wilayah dalam waktu lama, sementara udara yang lebih sejuk hanya bergerak di bagian tepinya. Kondisi ini membuat suhu meningkat jauh di atas rata-rata musim dan memperpanjang durasi gelombang panas.

Meski demikian, prakiraan cuaca menunjukkan kondisi ekstrem diperkirakan mulai mereda pada akhir pekan, disertai potensi hujan lebat dan badai petir di sejumlah wilayah Eropa.

Para ahli mengingatkan bahwa kejadian cuaca ekstrem seperti ini diperkirakan akan semakin sering terjadi seiring meningkatnya suhu global akibat perubahan iklim. (reuters)

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.