BEI Luncurkan Indeks Obligasi ESG untuk Perluas Investasi Hijau
JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) resmi meluncurkan Indonesia ESG Bond Index pada Jumat (6/11/2026). Indeks baru ini dihadirkan untuk memperluas pasar investasi hijau sekaligus menyediakan acuan bagi investor dalam memantau kinerja obligasi dan sukuk yang menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, mengatakan peluncuran indeks tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem keuangan berkelanjutan di pasar modal Indonesia. Kehadirannya diharapkan membantu investor, perusahaan asuransi, hingga pengelola dana pensiun dalam menganalisis dan menentukan pilihan investasi.
Indonesia ESG Bond Index mencakup 69 seri obligasi dan sukuk yang memenuhi kriteria pemeringkatan. Jumlah tersebut terdiri dari 37 seri obligasi reguler dan 32 seri premium, dengan kategori peringkat mulai dari AAA hingga BBB-.
Direktur Utama PHEI, M. Kadhafi Mukrom, menjelaskan indeks tersebut dapat menjadi tolok ukur untuk menilai kinerja portofolio surat utang berbasis ESG. Selain itu, indeks ini membuka peluang pengembangan produk investasi baru yang mengacu pada pergerakan obligasi dan sukuk berkelanjutan.
Indeks tersebut terdiri dari dua jenis, yakni ID ESG Bond Total Return Index dan ID ESG Bond Clean Price Index. Keduanya dirancang untuk memberikan gambaran pergerakan imbal hasil serta harga obligasi dan sukuk kepada para pelaku pasar.
BEI mencatat, akumulasi penerbitan obligasi dan sukuk berwawasan lingkungan, sosial, dan keberlanjutan sejak 2018 hingga 2026 telah mencapai sekitar Rp89,46 triliun. Sementara itu, dana kelolaan produk ESG Fund tercatat sekitar Rp5,85 triliun hingga September 2026.
Peluncuran indeks ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi pasar sekaligus mendorong perusahaan memperoleh pendanaan untuk kegiatan usaha yang lebih berkelanjutan. Dengan semakin beragamnya instrumen investasi berbasis ESG, pasar modal Indonesia diharapkan mampu menarik lebih banyak investor dan mendukung peralihan menuju ekonomi rendah karbon.
Sumber : CNN Indonesia











